Tari Sintren, Mistisme Tarian Bidadari dari Cirebon

Mengupas keunikan tari Sintren, mulai dari kisah asal masukan di baliknya, gerakan, properti, sampai pola lantai yang diaplikasikan.

Tari Sintren
Keanekaragaman kebiasaan Indonesia senantiasa memiliki cerita sendiri di belakangnya. Tak jarang pula banyak dari seni dan kebiasaan Indonesia yang mengandung elemen dan cerita magis di dalamnya, seperti pada tarian tradisional. Salah satu tarian Indonesia yang mempunyai elemen mistis ialah tari Sintren.

Tarian ini sendiri ialah seni gerakan tubuh yang dilaksanakan di daerah dan waktu tertentu untuk mengekspresikan perasaan, maksud, dan pikiran yang berharap dinyatakan. Untuk lebih lengkapnya, mari kita simak review tentang tari Sintren di berikut!

Sejarah Tari Sintren

Tari Sintren ialah tarian tradisional Cirebon yang juga berkembang di tempat pesisir Jawa Barat dan Jawa Tengah. Konon, tarian ini mempunyai elemen magis di dalamnya.

Tarian ini berawal dari kisah Sulandono, putra Ki Bahurekso, Bupati Kendal, dari hasil pernikahannya dengan Dewi Rantamsari si Dewi Lanjar.

Raden Sulandono jatuh cinta dengan Dewi Sulasih, seorang putri dari Desa Kalisalak. Melainkan, kisah cintanya tak menerima ridho dari sang ayah, Ki Bahurekso. Akibatnya Raden Sulandono pergi bertapa, sementara Sulasih menjadi penari.

Dalam perjalanannya, mereka umum mengadakan pertemuan secara ghaib. Pertemuan antara Raden Sulandono dan Sulasih rupanya dibatasi oleh Dewi Rantamsari, ibu Raden Sulandono dengan sistem memasukkan roh bidadari ke dalam tubuh Sulasih. Pada ketika itulah, Raden Sulandono yang sedang bertapa dipanggil untuk menemui Sulasih.

Menurut cerita hal yang demikian, tiap-tiap pertunjukan tarian Sintren senantiasa melibatkan ritual sang pawang memasukkan roh bidadari ke dalam tubuh sang penari. Melainkan, sang penari mesti dalam kondisi suci.

Makna tarian Sintren sendiri ialah seputar kehidupan. Sultan kasepuhan Cirebon yang bernama PRA Arief Natadiningrat mengatakan bahwa tari Sintren tak mempunyai elemen mistis di dalamnya, justru tarian ini memiliki makna seputar manusia yang kerap kali lupa diri dikala mempunyai banyak harta.

PRA Arief Natadiningrat mengatakan uang yang dilemparkan terhadap penari dimaknai sebagai harta dan nafsu duniawi. Ketika penari jatuh sebab terkena uang ialah perwujudan sebagai manusia yang kerap kali lupa diri ketika telah menjadi orang yang hebat.

Asal Masukan & Sejarah Tari Arja Bali

Sobat muda travelling, Sobat muda menyukai teater? Kata teater sendiri berasal dari kata theatron dari bahasa Yunani, yang berarti daerah untuk menonton. Teater dalam arti luas yakni sebagai drama, yaitu kisah hidup dan kehidupan manusia yang disebutkan di atas panggung, disaksikan orang banyak dan didasarkan pada naskah yang tertulis. Meski dalam arti sempit, teater yakni seluruh tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak seumpama wayang orang, ketoprak, ludruk dan lain-lain.

Ialah Arja, seni yang masih digemari oleh masyarakat Bali. Seni ini berbentuk teater atau semacam opera khas Bali yang berupa dramatari yang dialognya ditembangkan secara Macapat. Menurut sejarah, Arja timbul pada tahun sekitar 1814 merupakan pada jaman pemerintahan I Dewa Agung Sakti di Puri Klungkung.

Arja umum berupa drama tari yang mengambil suatu tema cerita tertentu. Lakon yang umum dimainkan bersumber pada cerita-cerita Panji. Akan namun tak jarang ditemui Arja juga mengambil lakon dari cerita lain seperti Jayaprana, Pakang Raras, Sampik, Rare Angon.

Tari Arja pada mulanya cuma ditarikan oleh satu orang saja dan tanpa diiringi gamelan. Arja ini disebut Arja Doyong. Semenjak kemunculannya Arja menjadi hiburan masyarakat Bali.

Tipe Yang Unik Dalam Seni Tari Arja Bali
Arja itu sendiri adalah seni teater yang amat rumit. Di dalam Arja sobat muda akan menjumpai perpaduan dari beraneka ragam kesenian yang hidup di Bali. Sebagai model semisal seni tari, seni drama, seni vokal, seni instrumentalia, puisi, seni peran, seni pantomim, seni busana, seni rupa dan sebagainya. Segala terpadu dengan apik dalam seni Arja, dan maka bisa mengagumkan penonton.

Sebab trennya di kalangan masyarakat Bali, dari dahulu sampai kini penonton senantiasa memadati pertujukan seni Arja. adapun penyebaran Arja di Bali ada di banyak kawasan, seperti Bangli, Klungkung, Gianyar, Anlapura, Nakal, Tabanan, Jembrana, sampai Singaraja.

Fase Penting Dalam Tari Arja Bali
Tiga fase penting dalam perkembangan Arja yakni Arja Doyong, yaitu Arja tanpa iringan gamelan, dan dimainkan oleh satu orang saja. Lalu ada juga Arja Gaguntangan yang mengaplikasikan iringan gamelan Geguntangan dengan jumlah pelaku lebih dari satu orang.

Kemudian ada juga Arja Gede, yang menjadi struktur pertunjukan baku seperti kini ini. Arja ragam ini dibawakan oleh antara 10 hingga 15 pelaku. Dengan banyaknya pemain dalam teater Arja, karenanya drama yang dibawakan menjadi terasa lebih ramai sampai hasilnya Arja amat digemari.

Ada satu lagi yang unik, merupakan Arja Muani, dimana segala pemainnya pria, beberapa memerankan wanita. Arja Muani ini dicetus oleh Studio Printing Mas. Arja ragam ini disambut dengan amat antusias oleh masyarakat, secara khusus sebab menghadirkan komedi segar.

Berdasarkan fungsinya Arja digolongkan ke dalam klasifikasi Tari Balih-balihan. Sebagai suatu format teater Arja diberi pengaruh oleh Gabuh dan memiliki uger-uger atau pola yang mencerminkan zaman Puri.

Sobat muda travelling, Sobat muda menyukai teater? Kata teater sendiri berasal dari kata theatron dari bahasa Yunani, yang berarti daerah untuk menonton. Teater dalam arti luas yakni sebagai drama, yaitu kisah hidup dan kehidupan manusia yang disebutkan di atas panggung, disaksikan orang banyak dan didasarkan pada naskah yang tertulis. Meski dalam arti sempit, teater yakni seluruh tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak seumpama wayang orang, ketoprak, ludruk dan lain-lain.

Ialah Arja, seni yang masih digemari oleh masyarakat Bali. Seni ini berbentuk teater atau semacam opera khas Bali yang berupa dramatari yang dialognya ditembangkan secara Macapat. Menurut sejarah, Arja timbul pada tahun sekitar 1814 merupakan pada jaman pemerintahan I Dewa Agung Sakti di Puri Klungkung.

Arja umum berupa drama tari yang mengambil suatu tema cerita tertentu. Lakon yang umum dimainkan bersumber pada cerita-cerita Panji. Akan namun tak jarang ditemui Arja juga mengambil lakon dari cerita lain seperti Jayaprana, Pakang Raras, Sampik, Rare Angon.

Tari Arja pada mulanya cuma ditarikan oleh satu orang saja dan tanpa diiringi gamelan. Arja ini disebut Arja Doyong. Semenjak kemunculannya Arja menjadi hiburan masyarakat Bali.

Tipe Yang Unik Dalam Seni Tari Arja Bali
Arja itu sendiri adalah seni teater yang amat rumit. Di dalam Arja sobat muda akan menjumpai perpaduan dari beraneka ragam kesenian yang hidup di Bali. Sebagai model semisal seni tari, seni drama, seni vokal, seni instrumentalia, puisi, seni peran, seni pantomim, seni busana, seni rupa dan sebagainya. Segala terpadu dengan apik dalam seni Arja, dan maka bisa mengagumkan penonton.

Sebab trennya di kalangan masyarakat Bali, dari dahulu sampai kini penonton senantiasa memadati pertujukan seni Arja. adapun penyebaran Arja di Bali ada di banyak kawasan, seperti Bangli, Klungkung, Gianyar, Anlapura, Nakal, Tabanan, Jembrana, sampai Singaraja.

Fase Penting Dalam Tari Arja Bali
Tiga fase penting dalam perkembangan Arja yakni Arja Doyong, yaitu Arja tanpa iringan gamelan, dan dimainkan oleh satu orang saja. Lalu ada juga Arja Gaguntangan yang mengaplikasikan iringan gamelan Geguntangan dengan jumlah pelaku lebih dari satu orang.

Kemudian ada juga Arja Gede, yang menjadi struktur pertunjukan baku seperti kini ini. Arja ragam ini dibawakan oleh antara 10 hingga 15 pelaku. Dengan banyaknya pemain dalam teater Arja, karenanya drama yang dibawakan menjadi terasa lebih ramai sampai hasilnya Arja amat digemari.

Ada satu lagi yang unik, merupakan Arja Muani, dimana segala pemainnya pria, beberapa memerankan wanita. Arja Muani ini dicetus oleh Studio Printing Mas. Arja ragam ini disambut dengan amat antusias oleh masyarakat, secara khusus sebab menghadirkan komedi segar.

Berdasarkan fungsinya Arja digolongkan ke dalam klasifikasi Tari Balih-balihan. Sebagai suatu format teater Arja diberi pengaruh oleh Gabuh dan memiliki uger-uger atau pola yang mencerminkan zaman Puri.

Tari Gending Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya adalah tari yang melukiskan kegembiraan gadis-gadis Palembang ketika mendapatkan tetamu yang diagungkan. Tepak yang berisi kapur, sirih, pinang dan ramuan lainnya diberi tahu sebagai ungkapan rasa bersuka ria, Tari Gending Sriwijaya diiringi Gamelan dan nyanyian Gending Sriwijaya.

Tari Gending Sriwijaya pertama kali dipentaskan dimuka lazim pada tanggal 2 Agustus 1945, di halaman Mesjid Agung Palembang, ialah saat progres upacara penyambutan kedatangan M. Syafei Ketua Sumatora Tyuo In ( Dewan Perwakilan Rakyat Sumatra) dan Djamaluddin Adinegoro (Ketua Dewan Harian Sumatera ). Pada ketika pergelaran tari Gending Sriwijaya pertama kali digelar dan dibawakan oleh 9 penari antara lain : Siti Nuraini, Rogayah H, Delima A. Rozak, Thfah, Halimah, Busron, Darni, Emma dan Tuti Zahara.

Tarian yang khas ini mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, berbahagia dan bersuka ria, ikhlas dan terbuka kepada tetamu yang istimewa itu. Tarian digelarkan 9 penari muda dan indah-indah yang berbusana Adat Aesan Gede, Selendang Mantri, paksangkong, Dodot dan Tanggai.

Mereka adalah penari inti yang dikawal dua penari lainnya membawa payung dan tombak. Sedang di belakang sekali yaitu penyanyi Gending Sriwijaya. Tetapi ketika ini peran penyanyi dan musik pengiring ini telah lebih banyak digantikan tape recorder. Dalam wujud aslinya musik pengiring ini terdiri dari gamelan dan gong. Sedang peran pengawal sesekali dihapuskan, khususnya jikalau tarian itu dipertunjukkan dalam gedung atau pentas tertutup.

Penari paling depan membawa tepak sebagai Sekapur Sirih untuk diberi tahu terhadap tetamu istimewa yang datang, diiringi dua penari yang membawa pridon terbuat dari kuningan. Persembahan Sekapur Sirih ini berdasarkan aslinya dilaksanakan oleh putri saja. Sultan atau ningrat.

Makna Tari Gending Sriwijaya
Dalam tiap gerakan tentu ada makna yang disajikan. Berhubungan dengan makna Tari Gending Sriwijaya, berikut sebagian maknanya:

1. Jentikan Ibu Jari dan Jari Tengah
Pantas ritme, penari menjentikkan ibu jari dengan jari tengah dan kemudian melepas jentikkan hal yang demikian. Gerakan ini menampilkan kerja keras dan kedisiplinan masyarakat Palembang.

2. Gerakan Sembah Berdiri
Gerakan ini bermakna bahwa masyarakat Palembang taat terhadap kebesaran Kuasa yang Ilahi Esa, ditambah lagi dengan makna sikap toleransi yang membuktikan sikap masyarakat Palembang kepada sesama.

3. Sekapur Sirih
Daun sirih dalam tarian ini bermakna kerendahan hati, hal ini ditunjukkan dalam bagaimana tanaman sirih berkembang. Tak ada yang dirugikan oleh tumbuhan sirih. Batang sirih juga mempunyai makna sendiri ialah loyalitas dan budi pekerti.Makna ini diambil dari batangnya yang lurus.

garis besar tarian ini mempunyai makna bahwa masyarakat Palembang mempunyai jiwa yang peduli, rendah hati, gotong royong, mandiri, serta tawakal.

Mengetahui Tari Legong Bali, Tarian yang Dijadikan Oleh Pangeran

Indonesia mempunyai jenis adat istiadat yang tersebar di sejumlah tempat. Salah satu kebudayaan yang sampai dikala ini masih populer di Indonesia yaitu kesenian tari salah satunya tari Legong.

Dari sekian banyak kesenian tari di Indonesia, salah satu tari tradisional yang masih dilestarikan dan mempunyai poin tersendiri di masyarakat yaitu tari Legong. Tari Legong adalah kesenian Bali.

Tari Legong adalah seni tradisional khas Bali yang memiliki gerakan rumit berupa perpaduan antara gerakan penari dengan diiringi musik gamelan Bali. Tarian yang timbul dan berkembang di Bali diberi pengaruh oleh kebudayaan setempat yang masih kental.

Nama Legong berasal dari kata di dalam bahasa Bali, yaitu “leg” yang bermakna gerakan tarian yang luwes dan “gong” adalah salah satu nama alat gamelan.

Sehingga secara istilah bisa dikatakan bahwa tari Legong adalah tarian yang gerakannya terikat dengan musik (gamelan). Umumnya tarian ini dilaksanakan oleh penari wanita.

Tari Legong timbul dari lingkungan keraton-keraton di Bali pada paruh kedua abad 18. Menurut cerita rakyat, tari Bali ini berawal dari sebuah mimpi seorang pangeran kerajaan yang bernama Sukawati.

Mimpi itu dia natural dikala dirinya sedang sakit. Kemudian dari mimpi itu dipakai ke dalam dunia kongkret. Dalam mimpinya, Sukawati mengamati dua wanita yang tengah mengerjakan gerakan layaknya orang menarikan. Tarian itu diiringi musik gamelan khas Bali.

Hal itu membikin Sukawati mengilustrasikan dalam gerakan koreografi dengan dibantu bandesa dan pemimpin adat ketewel.

Sesudah sembuh, pangeran itu lantas mengajari tarian terhadap para wanita di kerajaan. Kemudian tarian juga disajikan ke guru tari di sejumlah desa. Tarian itu sekarang menjadi sakral sebab diwujudkan lantas oleh seorang pangeran.

Tari Legong mempunyai faktor seputar poin-poin keagamaan dan adat istiadat Bali. Tari ini diperkenalkan pada acara keagamaan animisme. Sehingga gerakan tari adalah ungkapan rasa syukur dan terima beri terhadap leluhur atau nenek moyang yang sudah memberikan kebarokahan kepada si kecil keturunannya.

Melainkan, dikala ini tari Legong juga menjadi tarian hiburan dan tari penyambutan pelancong.

Menurut sejarah, tari Legong diperankan oleh dua wanita remaja yang belum mengalami menstruasi. Dahulu, kedua penari itu menarikan di bawah cahaya rembulan, tepatnya di lingkungan keraton.

Kecuali dua penari utama, ada satu penari tambahan yang disebut sebagai condong. Penari utama memiliki khas membawa kipas meski penari condong tak membawa kipas.

Tari Cangget Lampung Menurut Sejarah Dan Ragamnya

Provinsi Lampung mempunyai banyak ragam tarian tempat yang kerap kali dibawakan dalam beragam peluang, seperti menyambut tetamu, pesta adat, perkawinan, atau malahan dalam perayaan tertentu. Salah satu tarian tradisional masyarakat Lampung yang cukup populer di kalangan pecinta seni ialah Tari Cangget.

Tarian tradisional yang juga diketahui dengan nama Tari Cangget Pepadun ini, lazimnya dibawakan oleh para muda-mudi Lampung yang berpakaian adat Lampung. Tarian ini kerap kali disuguhkan ketika ada perayaan penting, seperti acara menyambut tetamu agung, upacara pernikahan, dan pesta adat Lampung. Para penari yang membawakan tarian ini membuktikan kewibawaan gadis Lampung yang anggun. Hal ini bisa diamati dari gerakan tari yang betul-betul lembut dan gemulai.

Diketahui Semenjak Masa Pendudukan Jepang
Tari cangget diperkirakan sudah ada semenjak lama. Pertama kali tarian ini diketahui oleh warga Pepadun sebagai ritual adat, dalam acara memandu orang yang akan berhaji dan beragam gawi adat Lampung seperti panen raya dan ketika mendirikan rumah. Kecuali dijalankan dalam kesibukan adat, tarian ini dulunya juga berfungsi sebagai gelanggang pengevaluasian kepada pemuda dan pemudi dalam hal kepiawaian, budi pekerti, dan kedewasaan, melewati gerakan yang mereka bawakan.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, tarian tradisional masyarakat Lampung ini malahan mulai diketahui sebagai sebuah hiburan, yakni pada masa pendudukan Jepang tahun 1942. Tarian ini malahan mulai berkembang dan meluas di kawasan Lampung lainnya. Pun sekarang tarian tradisional ini kerap kali juga dibawakan ketika upacara pernikahan, menyambut tetamu, sampai dipentaskan di luar kawasan Lampung seperti ketika kirab kultur atau gelanggang kesenian lainnya.

Sebagaimana tarian tradisional lainnya, pertunjukan Tari Cangget senantiasa ditampilkan dengan nuansa khas tempat. Mulai dari baju adat dan alat musik serta properti yang diterapkan, seperti keris, jempana, talam emas, payung, tombak, dan lainnya.

Jenis Tari Cangget Lampung
Tarian tradisional Cangget Pepadun ini ada banyak ragamnya. Tipe tarian yang dibawakan lazimnya menyesuaikan dengan gelaran acara yang akan dilangsungkan. Berikut ini sebagian di antaranya.

Tari Cangget Bakha
Tarian ini lazimnya dibawakan oleh muda-mudi Lampung pada masa panen raya atau dikala munculnya bulan purnama.

Tari Cangget Nyambuk Temui
Tarian ini yaitu tarian yang lazimnya dibawakan para muda-mudi Lampung, dikala menyambut kedatangan tetamu agung yang sedang berkunjung ke tempat mereka.

Tari Cangget Pilangan
Tarian ragam ini yaitu tarian yang dibawakan muda-mudi Lampung ketika mereka melepas member keluarga yang menikah, dan keluar dari desa mencontoh daerah tinggal suami atau istrinya.

Tari Cangget Agung
Ini ialah tarian yang dibawakan muda-mudi Lampung dikala di desa mereka ada upacara adat, dalam rangka pengangkatan seseorang untuk menjadi Kepala Saat (Pepadun). Kebanggaan upacara ini, kalau Kepala Saat mempunyai si kecil perempuan yang masih gadis, karenanya sang si kecil hal yang demikian akan dilibatkan dalam tarian cangget agung. Kemudian sesudah itu gadis hal yang demikian akan diberikan gelar Indoman, Tapi, Inten, dan Dalom Batin.

Tari Cangget Penganggik
Tarian cangget yang satu ini lazimnya dibawakan oleh para muda-mudi Lampung dikala hadirnya member baru dalam keluarga mereka. baru yang dimaksud di sini bukanlah orang lain yang datang dan menjadi member keluarga mereka. member baru ini ialah pemuda atau malahan pemudi Lampung yang sudah berubah status, yakni dari si kecil-si kecil menjadi orang dewasa.

Perubahan status para pemuda atau pemudi Lampung dari umur si kecil-si kecil menjadi dewasa ini, terjadi setelah dijalankan upacara busepi atau yang biasanya disebut dengan istilah upacara kikir gigi.

Demikianlah review perihal tari tradisional khas dari tempat Lampung, yakni Tari Cangget. Semoga pembahasan tarian tradisional ini berkhasiat dan kian menambah pengetahuan perihal kultur Indonesia, terlebih kultur Bumi Ruwa Jurai, Lampung.

Seni Tari Tradisional Betawi

Tarian Tradisional yaitu tarian yang diturunkan secara turun temurun yang disesuaikan dengan keperluan tema masing masing tempat. Salah satu diantaranya yaitu Tarian Betawi.

Sebagai warga Jakarta, ada sebagian tari tradisional Betawi yang mesti Kita kenal. Karna pada dasarnya, tari tradisional ialah kultur tradisi Indonesia yang telah wajib dilestarikan.

Layaknya Judi Slot Online yang saat ini sedang populer dan akan memberikan banyak kemenangan dan keuntungan yang besar untuk para member nya. Maka tak heran ketika memang game slot ini menjadi favorit untuk saat ini

Seni tari tradisional Betawi benar-benar erat dengan alunan ritme musik tradisional. Tarian Betawi juga memiliki ciri khas tersendiri, merupakan pengaplikasian bunyi musik pengiring yang riang serta gerakan-gerakan tari yang dinamis. Berikut ini sebagian tarian tradisional yang sepatutnya Kita kenal.

1. Tarian Sembah Nyai
Tarian ini termasuk tarian tradisional Betawi yang diiringi oleh alunan musik Gambang Kromong. Seandainya kita observasi, tari tradisional ini memiliki elemen Melayu yang terlihat pada sebagian gerakannya. Tak dapat dipastikan juga mengapa mereka mengaplikasikan elemen Melayu hal yang demikian.

2. Tari Kembang Lambang Sari
Konon Tarian ini yaitu tarian yang terinspirasi dari kisah bapak Jantuk Teater Topeng Betawi. Kisahnya ialah wujud ekspresi bersuka ria orang tua yang mengasuh si kecilnya. Kegembiraannya menjadi sebuah wujud tarian tradisional yang masih ada hingga kini.

3. Tari Lenggo Jingke
Tarian Lenggo Jingke ialah bahasa Betawi yang artinya melenggang kaki sambil berjinjit, pantas dengan elemen utama dalam gerakan tariannya, merupakan berjinjit. Pada pertunjukannya, tarian adat ini cuma dipentaskan oleh penari wanita dengan sistem berkelompok.

4. Tari Nandak Ganjen
Menurut dari pengertian, Tari Nandak Ganjen terdiri dari dua kata, merupakan Nandak dan Ganjen. Nandak itu berarti penari, padahal Ganjen artinya genit. Tarian Betawi ini menandakan kegenitan dan kelincahan remaja yang tengah beranjak dewasa.

5. Tari Cokek
Tari Cokek ialah tarian interaktif, dimana penari akan membelitkan selendangnya pada penonton dan sang penonton dilarang untuk menolak berdansa bersama. Gambang Kromong juga menjadi musik pengiring utama tarian khas Betawi ini. Tarian ini lazimnya dipentaskan ketika acara-acara besar digelar dan penari umumnya mengenakan kebaya khusus, yang dikasih nama Kebaya Cokek,

Tari Tortor: Sejarah, Tipe, Fungsi, dan Gerakannya

Apakah sahabat-sahabat pernah mengamati pertunjukan tari Tortor? Bila pernah, apakah kau tahu dari mana tari Tortor berasal?

Tari Tortor ialah tarian khas dari suku Batak Toba yang ada di provinsi Sumatra Utara. Tarian ini menjadi hal penting bagi adat istiadat dan adat dari suku Batak.

Via tarian ini masyarakat Batak mengutarakan semua kemauan, doa, dan perlindungan. Sebab itu tari Tortor bersifat sakral.

Lazimnya tarian ini dikerjakan pada upacara kematian, penyembuhan, panen, dan lain-lain.

Nah, kini kita mengetahui lebih lanjut perihal sejarah, ragam, fungsi, dan gerakan tari tortor, yuk!

Tari Tortor diperkirakan telah ada semenjak zaman Batak purba. Tetapi, spesialis tari Tortor membongkar tarian ini ada pada sekitar abad ke-13.

Di masa itu, tari Tortor diciptakan sebagai sebuah persembahan pada roh leluhur. Sifatnya sakral dan diterapkan dalam upacara-upacara tertentu.

Kemudian pada dikala agama Kristen masuk di kawasan Silindung, tari Tortor diketahui sebagai kesenian dan menjadi komponen dari kebudayaan Batak.

Tipe Tari Tortor dan Fungsinya

1. Tortor Pangurason (Pembersihan)

Tipe tari Tortor Pangurason lazimnya dikerjakan dikala ada pesta besar. Tarian ini berfungsi sebagai permohonan dan pembersihan supaya pesta dapat berjalan lancar.

Lazimnya sebelum diadakan sebuah pesta, masyarakat Batak akan membersihkan daerah dengan jeruk purut.

Aktivitas itu diandalkan dapat menjauhkan dari bahaya dan musibah.

2. Tortor Sipitu Cawan (Tujuh Cawan)

Dikala ada pengangkatan atau penobatan raja Batak, karenanya tari Tortor Sipitu Cawan akan dipertunjukkan.

Tipe tari Tortor satu ini membuktikan kisah tujuh putri kayangan yang turun ke bumi untuk mandi di Gunung Pusuk Buhit.

Lalu pada dikala yang sama, datang pula pisau tujuh sarung atau piso sipitu sasarung.

3. Tari Tortor Tunggal Panaluan

Tipe Tortor Tunggal Panaluan lazim dikerjakan dikala ada sebuah desa yang terkena bencana.

Lazimnya ragam tarian ini dikerjakan oleh para dukun supaya dapat memperoleh pertanda untuk memecahkan persoalan yang ada.

Gerakan Tari Tortor

1. Pangurdot

Pangurdot ialah gerakan tari Tortor yang menerapkan segala badan.

Gerakan ini bergantung pada telapak kaki dan tumit untuk menyangga gerakan badan sambil menggerakkan tubuh ke atas dan ke bawah.

Ujung telapak kaki bergerak ke kiri dan ke kanan secara pelan dikala tubuh bergerak ke atas dan ke bawah.

Seluruh gerakan sepatutnya disesuaikan dengan hentakan yang berasal dari melodi gondang.

2. Pangeal

Pangeal yaitu gerakan member tubuh dari pinggang sampai kepala, tapi tenaga berat tubuh konsisten dibantah pada tumpuan telapak kaki.

Ada istilah pangeal ni gonting dalam gerakan pangeal. Artinya ialah gerakan pinggang yang gemulai.

Caranya ialah dengan membikin gerakan rotasi atau memutar ke kiri dan kanan pada komponen pinggang.

Gerakan ini juga sepatutnya diiringi dengan gerakan tangan, jari, dan juga kepala.

3. Pandenggal

Ini yaitu gerakan gemulai yang diterangkan oleh segala member tubuh. Lazimnya gerakan gemulai ini kelihatan pada gerakan lengan, telapak tangan, dan jari tangan.

Metode menjalankan gerakan pandenggal ialah dengan membuka kedua telapak tangan, kemudian angkat ke atas secara pelan.

Kemudian turunkan juga dengan sistem pelan dan menelungkupkan kedua telapak tangan. Nanti gerakan ini seolah-olah akan menonjolkan gerakan jatuh yang halus.

4. Siangkupna

Gerakan ini meliputi gerakan leher yang sepatutnya seirama dengan gondang dan urdot.

Tari Saman Dari Aceh

Rasanya hampir seluruh orang sekarang telah ketahui betul dengan Tari Saman asal Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Tarian ini telah cukup mendunia, apalagi mengingat ada salah satu peristiwa pertunjukan tari saman termegah yang pernah diselenggarakan yaitu pada dikala upacara pembukaan Asian Games pada 2018 silam.

Tari Saman Dari Aceh

Kemegahan tarian ini dapat diamati dari jumlah penari yang dilibatkan sebab menempuh 1.600 penari. Mereka terdiri dari siswa SMA se-DKI Jakarta.

Ada banyak hal yang membikin tarian ini cukup disenangi banyak orang.

Warna-warni seragam yang dikenakan, gerakan simpel tapi benar-benar kompak, dan lagu dengan bahasa Gayo yang benar-benar khas yaitu yang hal yang membikin tarian ini menjadi benar-benar menarik.

Hebatnya lagi, pada 24 November 2011, Tari Saman sudah ditentukan UNESCO sebagai Daftar Representatif Kebiasaan Takbenda Warisan Manusia dalam sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Kebiasaan Tidak Benda UNESCO di Bali.

Melainkan, bagaimana sih hakekatnya sejarah tari saman, apa yang membikin tari saman kian tenar dan apakah ada makna dari tiap-tiap gerakan tari saman.

Rasanya hampir seluruh orang sekarang telah ketahui betul dengan Tari Saman asal Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Tarian ini telah cukup mendunia, apalagi mengingat ada salah satu peristiwa pertunjukan tari saman termegah yang pernah diselenggarakan yaitu pada dikala upacara pembukaan Asian Games pada 2018 silam.

Kemegahan tarian ini dapat diamati dari jumlah penari yang dilibatkan sebab menempuh 1.600 penari. Mereka terdiri dari siswa SMA se-DKI Jakarta.

Ada banyak hal yang membikin tarian ini cukup disenangi banyak orang.

Warna-warni seragam yang dikenakan, gerakan simpel tapi benar-benar kompak, dan lagu dengan bahasa Gayo yang benar-benar khas yaitu yang hal yang membikin tarian ini menjadi benar-benar menarik.

Hebatnya lagi, pada 24 November 2011, Tari Saman sudah ditentukan UNESCO sebagai Daftar Representatif Kebiasaan Takbenda Warisan Manusia dalam sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Kebiasaan Tidak Benda UNESCO di Bali.

Melainkan, bagaimana sih hakekatnya sejarah tari saman, apa yang membikin tari saman kian tenar dan apakah ada makna dari tiap-tiap gerakan tari saman.

Melainkan, semenjak kapan tari saman ada di tengah masyarakat Gayo masih benar-benar simpang siur. Tari saman ada di tengah masyarakat Gayo secara turun temurun. Dirangkum dari buku Lanskap Negeri Saman (2017) oleh Rismawati, sebagian pakar menceritakan, sejarah tari saman telah ada semenjak penjelajah dunia pada abad ke-8 hingga abad ke 15 Masehi, antara lain It Sing, Fah Yan, Marco Polo, dan Cheng Ho. Pada waktu mereka melintas di Selat Malaka, mereka singgah di Kota Perlak dan Tenaga Pasai yang waktu itu dibatasi oleh saudagar dari Persia, Arab, Gujarat (India), dan Cina.

Mereka memperhatikan ada sekelompok penduduk pribumi dari pedalaman Aceh. Penduduk pribumi hal yang demikian melaksanakan kesibukan kesenian, ialah tarik suara, bertepuk tangan, dan menepuk paha sambil duduk berlutut di malam hari. Melainkan, diceritakan bahwa penduduk pedalaman itu belum memeluk agama Islam. Kecuali itu, sejarah tari saman juga dihubungkan dengan seorang ulama penyebar agama Islam pada abad ke-14, Tengku Syekh Saman.

Kecak: Tarian Spiritual Khas Pulau Dewata

Kecak ialah pertunjukan drama-tari khas Bali. Panggung seni ini utamanya menyebutkan mengenai Ramayana dan dimainkan utamanya oleh laki-laki. Tarian ini mempertontonkan banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan ritme tertentu menyerukan “cak” dan mengangkat kedua lengan. Selain ini membuktikan salah satu momen dalam Ramayana dikala barisan simpanse menolong Rama melawan Rahwana. Kecak berasal dari ritual sanghyang, ialah adat istiadat tarian yang penarinya berada pada keadaan tak sadar, atau kesurupan.

Mereka mengerjakan komunikasi dengan Ilahi atau ruh para leluhur dan kemudian memperkenalkan keinginan-harapannya pada masyarakat. Terciptanya tarian Kecak Bali diinisiasi oleh dua tokoh: satu penari dari Bali, Wayan Limbak, dan seorang pelukis dari Jerman, Walter Spies. Pada tahun 1930-an mereka menjadikan tari Kecak menurut adat istiadat Sanghyang dan komponen-komponen kisah Ramayana. Wayan Limbak kemudian mempopulerkan Kecak dikala berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali dari studionya.

Selain ini ialah salah satu alasan kenapa Bali demikian itu berkesan sebagai kawasan tujuan tamasya bagi wisatawan dari luar negeri. Kepopuleran tarian Kecak Bali di ranah kesenian dunia membawa tarian hal yang demikian sebagai ide di bermacam-macam-variasi media, seperti sinema, musik, sampai video game.

Tari kecak dihasilkan oleh artis Bali bernama Wayan Limbak dan pelukis asal Jerman bernama Walter Spies pada tahun 1930-an. Tarian yang identik dengan kain kotak-kotak ini terinspirasi dari ritual tradisional yang dijalankan masyarakat Bali yang kemudian disadur dalam cerita Ramayana.

Tarian kecak sendiri pertama kali dipentaskan di sebagian desa, seperti Desa Gianyar dan Bona. Seiring berjalannya waktu, tarian kecak berkembang ke semua tempat Bali dan dihadirkan dalam pelbagai aktivitas.

Tidak cuma mempunyai skor seni yang tinggi, tarian kecak juga mempunyai filosofi dan makna mendalam yang diterangkan pada tiap gerakan. Dalam gerakan tari kecak, mengandung makna kepercayaan manusia terhadap Ilahi sebagai pelindung dan penolong umat-Nya. Untuk itu, telah menjadi keharusan bersama untuk terus mengerjakan tarian yang berasal dari Pulau Dewata ini.

Makna dan Filosofi
Menilik sejarah dan cerita yang diangkat melewati gerakan tari kecak, karenanya kita dapat memahami makna dan filosofi tarian ini. Berikut ini ialah hal-hal yang bisa kita pelajari dari tarian kecak, ialah:

Skor Sedangkan Tinggi – Setiap tarian ini tak diiring oleh musik atau gamelan, melainkan tari cak konsisten tampak cantik dengan gerakannya yang kompak dan enerjik. Sedangkan gerakan yang dijalankan oleh penari senantiasa seirama dan mempunyai skor seni tinggi. Setiap penonton tarian ini bukan beragama Hindu dan tak paham cerita apa yang diangkat, tapi dipastikan semua penonton akan menikmatinya. Tenaga dalam perkembangan, tari tradisional Bali ini dapat dijalankan secara massal dengan jumlah ribuan penari laki-laki.

Percaya Maha Ilahi – Dalam pementasan tari kecak terdapat adegan yang menyebutkan dikala Rama minta pertolongan Dewata. Selain ini memberi pembelajaran bahwa Rama betul-betul percaya kepada tenaga Ilahi sebagai sosok penolong. Umpamanya itu, tarian ini juga diandalkan sebagai ritual untuk mendatangan dewi yang kapabel mengusir penyakit serta melindungi warga dari tenaga jahat. Dewi yang dipanggil dalam ritual ini bernama Dewi Suprabha atau Tilotama.

Makna Pesan – Tari kecak menghadirkan kiasan cerita yang mendal dan mengandung pesan budi pekerti bagi para penonton. ialah sikap tiap dari Shinta kepada suaminya, Rama. Kemudian kisah Burung Garuda yang rela mengorbankan sayapnya demi membantu Shinta dari tangan Rahwana. Kisah-kisah yang dihadirkan dalam tarian kecak juga membuktikan sifat buruk yang dimiliki Rahwana, ialah serakah dan mau mengambil hak orang lain secara paksa.

Pengertian Dari Tari Jaipong

Pada Peluang kai ini berharap membagikan tulisan perihal Tari Jaipong Berikut Yakni penjelasannya:

Tari Jaipong ialah salah satu dari seni tradisional yang berasal dari jawa barat dan tentunya amat populer di indonesia. Tari jaipong yaitu penggabungan dari sebagian seni tardisional seumpama silat, wayang golek, ketuk tilu dan lain sebagainnya.

Tarian jaipong lazimnya ditampilkan di bermacam-macam acara seperti penyambutan tetamu besar atau festival adat istiadat. Hampir segala masyarakat Indonesia pernah menonton tarian ini.

Tari Jaipong

Dalam tarian ini ada 4 jenis gerakan adalah bukaan, pencungan, ngala dan mincit. Alat musik pengiring tarian hal yang demikian terdiri dari sebagian alat musik adalah gendang, gong, rebab, kecrek dan juga kecapi.

Sejarah Tari Jaipong
Berdasarkan catatan sejarah kebudayaan Indonesia, tarian hal yang demikian diwujudkan oleh seorang penggiat seni dari sunda adalah Gugum Gumbira yang menyimpan perhatian besar pada kesenian rakyat seumpama tari pergaulan Ketuk Tilu. Pada permulaan kemunculannya, Tari Jaipong disebut dengan Ketuk Tilu, karena tarian ini memang dimaksimalkan dari tari Ketuk Tilu.

Karya pertama kali Gugum Gumbira yang diketahui masyarakat pada waktu itu ialah Tari Jaipong “Daun Pulus Keser Bojong” dan “Rendeng Bojong”.

Dari tipe tarian diatas, timbul sejumlah nama penari Jaipong yang tenar adalah Yeti Mama, Tati Saleh, Pepen Dedi Kurniadi, dan Eli Somali. Pada tahun 1980-1990-an, Gugum Gumbira mulai menjadikan tari lain seumpama Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, dan lain-lain.

Tari Jaipong bisa dikatakan telah menjadi ikon kesenian dari Jawa Barat, serta kerap kali dipertontonkan ketika acara acara penting untuk menghibur tetamu dari negara asing yang sedang berkunjung di Jawa Barat serta, ketika mengerjakan misi kesenian ke mancanegara.

Permulaan kemunculannya, tarian hal yang demikian sempat jadi perbincangan hangat, karena gerakan-gerakannya yang dianggap erotis dan vulgar. Tetapi justru membikin tarian hal yang demikian menerima perhatian dari media, termasuk pernah ditayangkan pada tahun 1980 di TVRI Stasiun Sentra Jakarta. Sejak itu, Tari Jaipong kian populer serta frekuensi pementasannya juga kian bertambah.

Tari jaipong banyak menginspirasi para pionir seni tari tradisional untuk lebih aktif lagi menggali tipe tarian rakyat yang kurang memperoleh perhatian. Kemunculan tipe tarian hal yang demikian juga membuka lahan usaha untuk para aktivis seni yang membuka kursus untuk belajar Tari Jaipong. Meski untuk pengusaha hiburan malam mewujudkan Tari Jaipong untuk mempesona pengunjung daerah usahanya.

Seni Tari Menari

Baru-baru, seni tari kembali digalakkan sesudah sekian lama tak terdengar. Berkembangnya seni ini dapat diamati dari banyaknya ekstrakurikuler yang hadir di sekolah ataupun studio-studio tari profesional seperti kami, Gandes Pamantes, yang berupaya untuk meregenerasi para penari. Sekiranya bukan kita yang akan meneruskan, lalu siapa lagi yang akan meneruskan seni ini?

Tetapi terlepas dari itu, rasanya kurang ideal seandainya mengatakan bahwa seni tari hanyalah sebatas gerakan yang berkesinambungan. Sebab, berdansa yaitu seni kreatifitas yang mengolah tubuh dalam format gerakan. Malah lebih dari itu. Buat kami Studio Gandes Pamantes, berdansa yaitu yaitu ekspresi alamiah untuk mengejawantahkan suatu perasaan dalam diri seseorang atas apa yang dirasakannya.
Tetapi apakah kau mengenal definisi kata berdansa yang hakekatnya agar kau mengerti dalam membaca kalimat yang mengandung kata hal yang demikian. Berikut ini yaitu penjelasan dan arti kata berdansa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online yaitu:

Arti kata berdansa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yaitu me.na.ri [v] memainkan tari (menggerak-gerakkan badan dan lain-lain dng berirama dan acap kali diiringi dng suara-bunyian): kami ~ di lapangan jika ada pesta rakyat

Dengan mengenal banyak kosa kata bisa mempermudah anda dalam berkomunikasi ataupun dalam memberi tahu anggapan yang berharap anda sampaikan terhadap orang tertentu. Seperti itu penjelasan definisi hakekatnya dari kata berdansa. Semoga dengan ada penjelasan diatas bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda mengenai kosa kata hal yang demikian.

Perihal

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini yaitu KBBI Online yang dihasilkan untuk mempermudah pencarian, pengaplikasian dan pembacaan arti kata (lema/sub lema). Berbeda dengan sebagian web website (web) sejenis, kami berupaya memberikan bermacam fitur lebih, seperti kecepatan jalan masuk, tampilan yang lebih simpel, tampilan yang ideal untuk seluruh perambah website bagus komputer desktop, notebook ataupun telepon mahir dan sebagainya.

Buat Kami, berdansa yaitu sebuah rasa. Sebuah perpaduan ekspresi dari hasil antara alunan nada yang seirama dengan langkah kaki nan menyatu dengan gemulai tangan yang serasi dengan busana yang ditampilkan. Sehingga cakap memberikan komunikasi nonverbal yang semacam itu cantik.