Tari Tortor: Sejarah, Tipe, Fungsi, dan Gerakannya

Apakah sahabat-sahabat pernah mengamati pertunjukan tari Tortor? Bila pernah, apakah kau tahu dari mana tari Tortor berasal?

Tari Tortor ialah tarian khas dari suku Batak Toba yang ada di provinsi Sumatra Utara. Tarian ini menjadi hal penting bagi adat istiadat dan adat dari suku Batak.

Via tarian ini masyarakat Batak mengutarakan semua kemauan, doa, dan perlindungan. Sebab itu tari Tortor bersifat sakral.

Lazimnya tarian ini dikerjakan pada upacara kematian, penyembuhan, panen, dan lain-lain.

Nah, kini kita mengetahui lebih lanjut perihal sejarah, ragam, fungsi, dan gerakan tari tortor, yuk!

Tari Tortor diperkirakan telah ada semenjak zaman Batak purba. Tetapi, spesialis tari Tortor membongkar tarian ini ada pada sekitar abad ke-13.

Di masa itu, tari Tortor diciptakan sebagai sebuah persembahan pada roh leluhur. Sifatnya sakral dan diterapkan dalam upacara-upacara tertentu.

Kemudian pada dikala agama Kristen masuk di kawasan Silindung, tari Tortor diketahui sebagai kesenian dan menjadi komponen dari kebudayaan Batak.

Tipe Tari Tortor dan Fungsinya

1. Tortor Pangurason (Pembersihan)

Tipe tari Tortor Pangurason lazimnya dikerjakan dikala ada pesta besar. Tarian ini berfungsi sebagai permohonan dan pembersihan supaya pesta dapat berjalan lancar.

Lazimnya sebelum diadakan sebuah pesta, masyarakat Batak akan membersihkan daerah dengan jeruk purut.

Aktivitas itu diandalkan dapat menjauhkan dari bahaya dan musibah.

2. Tortor Sipitu Cawan (Tujuh Cawan)

Dikala ada pengangkatan atau penobatan raja Batak, karenanya tari Tortor Sipitu Cawan akan dipertunjukkan.

Tipe tari Tortor satu ini membuktikan kisah tujuh putri kayangan yang turun ke bumi untuk mandi di Gunung Pusuk Buhit.

Lalu pada dikala yang sama, datang pula pisau tujuh sarung atau piso sipitu sasarung.

3. Tari Tortor Tunggal Panaluan

Tipe Tortor Tunggal Panaluan lazim dikerjakan dikala ada sebuah desa yang terkena bencana.

Lazimnya ragam tarian ini dikerjakan oleh para dukun supaya dapat memperoleh pertanda untuk memecahkan persoalan yang ada.

Gerakan Tari Tortor

1. Pangurdot

Pangurdot ialah gerakan tari Tortor yang menerapkan segala badan.

Gerakan ini bergantung pada telapak kaki dan tumit untuk menyangga gerakan badan sambil menggerakkan tubuh ke atas dan ke bawah.

Ujung telapak kaki bergerak ke kiri dan ke kanan secara pelan dikala tubuh bergerak ke atas dan ke bawah.

Seluruh gerakan sepatutnya disesuaikan dengan hentakan yang berasal dari melodi gondang.

2. Pangeal

Pangeal yaitu gerakan member tubuh dari pinggang sampai kepala, tapi tenaga berat tubuh konsisten dibantah pada tumpuan telapak kaki.

Ada istilah pangeal ni gonting dalam gerakan pangeal. Artinya ialah gerakan pinggang yang gemulai.

Caranya ialah dengan membikin gerakan rotasi atau memutar ke kiri dan kanan pada komponen pinggang.

Gerakan ini juga sepatutnya diiringi dengan gerakan tangan, jari, dan juga kepala.

3. Pandenggal

Ini yaitu gerakan gemulai yang diterangkan oleh segala member tubuh. Lazimnya gerakan gemulai ini kelihatan pada gerakan lengan, telapak tangan, dan jari tangan.

Metode menjalankan gerakan pandenggal ialah dengan membuka kedua telapak tangan, kemudian angkat ke atas secara pelan.

Kemudian turunkan juga dengan sistem pelan dan menelungkupkan kedua telapak tangan. Nanti gerakan ini seolah-olah akan menonjolkan gerakan jatuh yang halus.

4. Siangkupna

Gerakan ini meliputi gerakan leher yang sepatutnya seirama dengan gondang dan urdot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.